
Kini Malvin dan Milya sedang berada di sebuah kafe yang masih terletak di kawasan kota Jakarta.
“Mil, kenapa lu tertarik buat masuk OSIS?” Kini Malvin memulai percakapan, dengan sebuah pertanyaan.
Malvin dan Milya saat ini memilih duduk di pojokan, di belakang area cafe. Tempatnya lebih terbuka, dan ada banyak tanaman hijau, termasuk beberapa tanaman bunga yang cantik. Suasananya juga lebih tenang.
“eum awalnya sih iseng aja, soalnya gue bingung mau ikut eskul apa. Bosen juga kalo ngga ikut apa-apa.” Jawabnya, lalu meraih segelas Choco Mint Frappe yang tadi Malvin pesankan.
Malvin mengangguk dengan jawaban Milya, lalu ia kembali bertanya.
“Lu ngga nyesel masuk osis?”
Milya menggeleng. “Engga sama sekali. Malah gue ngerasa beruntung banget udah masuk osis. Kakak-kakaknya baik ternyata.” Jawabnya, dengan kekehan di akhir kalimat.
“Kak ini lu lagi interogasi gue ya?” Tanyanya bercanda.
Malvin tertawa mendengarnya.